Marimas Ecobrick: Kontribusi Marimas dalam Permasalahan Sampah Plastik

by - 06.45

Bicara tentang sampah, seuatu hal yang tidak akan ada habisnya, baru beberapa minggu yang lalu kita dikejutkan dengan kematian paus sperma (Sperm Whale) di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dan lebih mencengangkan lagi ditemukan 5,9 kg sampah plastik di dalam perut paus sperma ini. Di dalam perut paus ditemukan botol plastik, penutup galon, mie instan, kantong kresek, tali rafia dan lain-lain. 

Selain itu, jika kita flashback beberapa bulan yang lalu, yaitu awal tahun ini juga terdapat kejadian luar biasa dengan ditemukannya 21 ekor penyu mati di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Diduga kematian penyu ini diakibatkan pencemaran limbah dan ditemukannya beberapa plastik berupa sedotan di lambung penyu, sehingga susah untuk mencerna makanan. 

Apakah yang harus kita lakukan untuk mengatasi permasalahan sampah ini?

Salah satu cara untuk meminimalisir dengan cara paling mudah dan sangat sederhana adalah dengan membuat "Ecobrick" dan ternyata Marimas juga dengan sangat gencarnya mempromosikan Ecobrick ini. Aku pertama kali melihat stand-nya Marismas di kegiatan World Clean Up 2018 Chapter Jawa Tengah. Aku penasaran banget kenapa Marimas satu-satunya berdiri disitu dan memberikan minuman gratis kepada para relawan yang memungut sampah. Jadi aku mulai penasaran, dan aku bukalah instagram-nya Marimas, dan menemukan sesuatu yang sangat menarik perhatianku. Ternyata Marimas bikin pelatihan buat Ecobrick. Salut! Aku bangga banget~

By the way kalian sudah pada tahu kan, apa itu Ecobrick?

Atau aku kasi lagi Ecobrick merupakan salah satu cara untuk mengelola sampah plastik menjadi barang yang berguna, biasanya berupa kursi, meja, bahkan dinding atau tembok rumah :)


Sumber: https://www.ecobricks.org/modules/


Bagaimana sih cara membuat Ecobrick?

Caranya mudah banget guys, aku kasih contekan dikit ala-ala rumahan ya, kalau mau kerennya ikut pelatihan di Marimas Ecobrick dongs hihihi. Kalian cukup mengumpulkan botol minuman bekas sebagai wadahnya, kemudian isi dengan sampah-sampah plastik lalu padatkan dengan kayu sampai benar-benar padat. Jadi deh untuk 1 botolnya, terus kumpulin agar bisa jadi sesuai keinginan kamu.

ini aku ada contoh "ecobrick baby" sampah yang aku kumpulin mulai dari bulan Agustus, sebenarnya masih ada yang versi botol besar, tapi aku lebih suka ecobrick pertama aku ini hehe


Ecobrick pertama, baru belajar sengaja pake botol kecil dulu


Buat kalian yang penasaran banget tentang Ecobricks ini, Marimas Ecobrick bisa sangat membantu kalian, karena MARIMAS SELALU BUKA PELATIHAN SETIAP BULANNYA,TERBUKA UNTUK UMUM DAN GRATIS !!!! Sungguh sangat Kereeen~



For your information, pelatihan Ecobrick ini bekerja sama dengan pasangan pakar ecobrick Indonesia, Ani Himawati dan Russel Maier atau bisa cek di website mereka ecobricks.org

Hal yang aku rasakan setelah membuat ecobrick itu aku merasa penggunaan sampah semakin minim, tiba-tiba pengen hidup ala zero waste gitu pokoknya harus mengurangi sampah deh, jadi aku sangat rekomendasikan buat kalian ikuti pelatihan Marimas Ecobrick ini, karena sangat sangat bermanfaat.

Terakhir aku ingin mengucapkan terima kasih banyak buat Marimas dan Ecobricks.org yang sangat menginspirasi semua orang, niat baik kalian akan selalu banyak yang mengikuti :)

Jadi, sudah pada ngerti kan bagaimana cara kita menyelamatkan bumi tanpa sampah dengan cara yang sangat sederhana. Selalu ingat ketika kita melakukan hal kecil yang dilakukan bersama-sama akan menghasilkan sesuatu yang besar. Dan aku percaya kalian termasuk orang-orang baik tersebut. 




You May Also Like

1 komentar